Baturaja Timur Akan Jadi Pilot Projeck Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

oleh -43 Dilihat
Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd bersama pihak terkait berkunjung ke tempat pengolahan sampah di Yogyakarta. Foto dokumen Prokopim Setda OKU
Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd bersama pihak terkait berkunjung ke tempat pengolahan sampah di Yogyakarta. Foto dokumen Prokopim Setda OKU

Baturaja Timur Akan  Jadi Pilot Projeck Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

 

Kanalberita.id, Yogyakarta— Kecamatan Baturaja Timur akan menjadi proyek percontohan inovasi pengelolaan sampah dan tanaman ketahanan pangan  di Kabupaten OKU.

Uji coba ini segera akan ditetapkan setelah pemkab OKU dan pihak-pihak terkait melakukan studi tiru ke Yogyakarta mempelajari sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berhasil mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Pada kunjungan studi tiru Bupati OKU bersama camat, lurah, dan ketua RT melakukan pendalaman lapangan ke RT 05 Mangkuyudan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Bupati OKU juga didampingi Asisten III Setda OKU H. Romson Fitri SH MH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKU Brigman ST MSi, Kepala Bappelitbangda OKU Yoyin Arifianto AP MSi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan M Darojatun SE ME dan Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP).

Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd kepada wartawan menjelaskan, “Untuk tahap awal Kecamatan Baturaja Timur akan menjadi proyek percontohan. jika berhasil, dapat ditularkan ke wilayah lainnya sehingga persoalan sampah di OKU bisa teratasi,”harap bupati. Kedepan sampah dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat, termasuk tanaman yang memanfaatkan pekarangan rumah dan lorong untuk ketahanan pangan.

Baca Juga :  H Teddy Meilwansyah Safari Ramadhan ke Pedesaaan Bantu Masjid

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam mengatasi persoalan sampah terus ditunjukkan. Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, SSTP

Dikatakan Bupati, berapa camat dan lurah  serta RT khususnya yang  wilayahnya akan  dipilih menjadi pilot projeck pengolahan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berhasil mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi sidah dikirim belajar ke tempat pengolahan sampah di RT 05 Mangkuyudan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Selama mengikuti studi ini perawakilan Camat Lura dan RT belajar  pengolahan sampah secara mandiri dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga. Sampah organik berupa sisa makanan dan sayuran dimasukkan ke dalam lubang biopori yang berada di halaman rumah dan dicampur dengan molase sehingga proses penguraian berlangsung lebih cepat tanpa menimbulkan bau.Hasil pengolahan tersebut menjadi pupuk kompos yang dipanen setiap 3 bulan sekali dan dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman yang ditanaman di halaman rumah ataupun di sepanjang lorong kawasan tersebut. Tanaman itu berupa sayuran seperti terong,  cabai, tomat, dan lainnya yang dimanfaatkan warga sebagai ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.Selain itu, kompos alami sisa makanan itu juga diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat. Sementara sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi dikumpulkan melalui bank sampah untuk kemudian dijual kembali. “Amati inovasi ini. Kita bisa menirunya, tetapi harus kita kembangkan dan modifikasi sesuai dengan kondisi daerah kita,” imbuh Bupati.

Baca Juga :  SIT Tunas Cendikia Baturaja Gelar Konser Amal Peduli Sumatera

“Amati inovasi ini. Kita bisa menirunya, tetapi harus kita kembangkan dan modifikasi sesuai dengan kondisi daerah kita,” ujarnya.

Bupati OKU menegaskan, inovasi pengelolaan sampah dan tanaman ketahanan pangan tersebut akan mulai diterapkan di Kabupaten OKU, untuk tahap awal Kecamatan Baturaja Timur akan menjadi proyek percontohan. “Kita mulai tahap awal ini di Kecamatan Baturaja Timur dahulu. Jika berhasil, dapat ditularkan ke wilayah lainnya sehingga persoalan sampah di OKU bisa teratasi, bahkan sampah dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat, termasuk tanaman yang memanfaatkan pekarangan rumah dan lorong untuk ketahanan pangan.” Tegas Bupati.

Baca Juga :  Gebyar Festival Harlah RA Maryam Minanga Ogan Meriah

Keseriusan Pemkab OKU dalam menangani persoalan sampah juga ditunjukkan melalui berbagai upaya pembelajaran ke daerah lain. Sebelumnya, Teddy Meilwansyah telah melakukan kunjungan ke fasilitas pengolahan sampah RDF Plant Jakarta untuk mempelajari teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Bupati OKU berharap pengelolaan sampah di Kabupaten OKU dapat dilakukan secara baik, terpadu, dan menyeluruh, mulai dari hulu di tingkat rumah tangga hingga ke hilir melalui pengolahan di fasilitas RDF. Dengan demikian, persoalan sampah tidak hanya dapat teratasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (edo)

No More Posts Available.

No more pages to load.