Kanalberita.id, Baturaja—Tim Satgas Karhutla Mabes TNI dipimpin Kolonel Pom Binsar Simorangkir (AU) yang melakukkan edukasi bahaya Karhuta di Kabupaten OKU diterima oleh Bupati OKU diwakili Sekda OKU Alva Elan SST MPSDA di Rumah Dinas Bupati, Kamis (3/9/2026).

Personil Satgas Karhutla Mabes TNI dibawah pimpinan Kolonel Pom Binsar Simorangkir (AU) bersama Kol. Tum Yusrizal (AU), Kol laut (P) Bayu (AL), Kol laut (P) Nur Mastur (AL), Letkol laut (P) Provid (AL), Mayor Cke Aris (Mabesad). Kemudian Mayor Arm Tampubolon (Kodim 0403/OKU), Kapten Arm Antoni (Kodim 0403/KU), Kapten Caj Basuki (Kodam II/Swj) dan Kapten Cpl Triyono (Kodam ll/Swj). Dari Pemkab OKU Sekda didampingi Kalaksa BPBD OKU Drs Januar Effendy M Ikom, Asisten II Setda OKU H Hasan HD, SSoS MSE, Kadin DLH Brigmand, MSi, Kaban Kesabamngpol Moanang Surya Dinata SSos MSi, dan OPD terkait.
Dikesempatan itu Kalaksa BPBD OKU Drs Januar Effendy M Ikom melaporkan situasi karhutla di Kabupaten OKU, secara data titik hotspot di OKU memang terpantau banyak karena saat ini sedang ada aktivitas latihan tempur di obyek militer Baturaja (OMIBA). Siatuasi khusus ini mungkin bisa diparmaklumkan sehingga Kabupaten OKU tidak menjadi atensi. Dikatakan Januar, dari 54 hektar karhutla (data awal ) setelah divalidasi ada titik-titik yang bukan di wilayah OKU, itu disebabkan karena banyak penamaan desa-desa yang masih tertulis OKU. “Seperti contoh Cempak OKU padahal OKU TIMUR, kemudian di salah satu desa di Muaradua OKU padahal Muaradua bukan OKU lagi tapi OKU Selatan” urai Januar.
Dalam diskusi dialog penanganan karhutla secara efektif Tim Satgas Karhutla Mabes TNI dan Pemkab OKU mengalir santai namun memunculkan pemikiran bersama menemuskan solusi untuk menangani karhutla secara efektif. Kolonel Pom Binsar Simarongkir menyampaikan kehadiran tim yang sudah satu minggu berada di Kabupaten OKU sudah melakukan penyuluhan dan edukasi ke masyarakat, perusahaan perkebunan dan ke masyarakat. Masyarakat dihimbau agar tidak mebuka lahan dnegan cara membakar. Petani memang sduah mendapat bantuan alat untuk membuka lahan tapi terkendala sumber air dikesempatan itu tim Satgas Karhutla Mabes TNI mengajak pemerintah setempat untuk bersama-sama mencarikan solusi.
Menanggapi maukan itu, Bupati OKU diwakili Sekda merespon kondisis yang sedang diahdapi petani , diataakn Sekda pemerintah daerah memang sudah memebrikan bantuan alat, namun belum optimal,” Memang sudah bantuan alat, namun memang belum bisa dimanfaatkan secaar optimal oleh petani,” kata Sekda. Alva Elan berjanji akan menyampikan ke Bupati OKU untuk mencarikan solusi. Sekda juga merespon atas saran-saran yang diusulkan dalm forum diskusi. (edo)





