Keluarga Alyudi Desak Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan

oleh -1809 Dilihat
Almarhum Alyudi 36) semasa hidup. Foto dokumen keluarga korban
Almarhum Alyudi 36) semasa hidup. Foto dokumen keluarga korban

Kanalberita.id, Baturaja—Keluarga Alyudi  mendesak polisi segera mengungkap kasus pembunuhan sadis yang menimpa  Alyudi (36).  Sudah  10 bulan  berlalu  namun pelakunya belum juga tertangkap.

Keluhan ini disampaikan Mirzum Habibi (kakak kandung Alyudi) kepada awak media Rabu (23/4/2025). Menurut Mirzum, pergantian pucuk pimpinan Polres yang kini dijabat oleh AKBP Endro Aribowo SIK MAP membawa harapan segar bagi pihak keluarga. “Kami menggantungkan harapan dengan Kapolres baru, agar bisa mengungkap kasus ini supaya pihak keluarga tenang setelah pelakunya ditangkap,” harap Mirzum.

Dikesempatan itu Mirzum mengatakan, pihak keluarga juga sudah berulang kali meminta penyidik untuk meminta hasil cek linimasa di provider berdasarkan nomor handphone yang dibawa oleh  korban pada saat pergi dari rumah. Menurut Mirzum, hal ini sangat penting untuk mengetahui kemana saja perjalanan korban sebelum diketemukan telah menjadi mayat, karena Linimasa terkoneksi dengan GPS yang dapat mengetahui secara detail lokasi handphone atau nomor seluler yang dibawa oleh korban. Namun  penyidik mengatakan  Polres OKU tidak ada Tim IT yang membuat permintaan hasil cek linimasa akan sulit dilakukan. Dan sampai saat ini pihak keluarga belum mendapatkan kepastian apakah hasil check linimasa terhadap nomor handphone korban sudah didapatkan atau belum oleh pihak penyidik Polres OKU.

Setelah memasuki 11  bulan kasus pembunuhan terhadap Alyudi belum juga berhasil diungkap oleh pihak kepolisian Polres OKU, keluarga korban sangat berharap dibawah kepemimpinan Kapolre OKU yang baru  AKBP Endro Aribowo, SIK MAP dan Kasat Reskrim Polres OKU Iptu Redho Agus Suhendra, STrk, SIK, Msi agar kasus pembunuhan sadis ini segera terungkap.

Seperti dituturkan keluarga korban, pada  Sabtu (15/6/2024) sekitar pukul 15.00 WIB, korban Alyudi memakai jaket switer warna biru mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan No Pol BG 2188 FAM meninggalkan rumah dengan tujuan mengambil paket di kantor JNT cargo Baturaja hal ini di kuatkan oleh keterangan saudari Nilmawati (kakak ipar korban) yang melihat Alyudi pergi meninggalkan rumah.Lalu hari Minggu (16/4/204) pihak keluarga dan orang tua Alyudi mulai khawatir karena tidak biasa alyudi tidak pulang kerumah tanpa memberi kabar. Hari Senin (17/6/2024) keluarga dibantu perangkat Desa Kurup dan warga Desa Kurup melakukan pencarian dengan menyisir wilayah sepanjang jalan Desa kurup untuk mencari keberadaan Alyudi.

Baca Juga :  PT Perkebunan Minanga Ogan Bakti Sosial Salurkan Bantun ke Panti Asuhan

Kemudian Selasa (18/6/2024) sore dibantu oleh salah satu anggota Polres OKU melakukan pelacakan handphone yang dibawa Alyudi dan terdeteksi handphone tersebut berada disekitar tower seluler tidak jauh dari pintu masuk pabrik sawit yang ada di Lubukbatang. Kemudian atas inisiatif warga dan aparat Desa untuk menguras kolam yang diperkirakan kemungkinan tempat handphone tersebut dibuang. Sore harinya sekitar pukul 18.00 WIB Alyudi (36) ditemukan tewas  didalam hutan belakang pasar induk Kelurahan Batu Kuning Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan beberapa luka tusuk diperut dan tenggorokan.

Pihak keluarga yang mendapat khabar adanya penemuan mayat langsung menuju rumah sakit untuk memastikan identitas mayat tersebut. Karena kondisi mayat sudah mulai menghitam dan membusuk, keluarga belum bisa memastikan kebenaran mayat tersebut adalah Alyudi. Namun keluarga merasa janggal atas penemuan mayat oleh salah satu warga Desa Kurup tersebut karena warga yang menemukan itu menemukan mayat itu disaat menjelang mahgrib sedangkan sebagian besar warga Kurup mencari diseputaran Lubukbatang itulah. Selain itu warga yang menemukan mayat itu bisa memastikan kalau mayat itu adalah Alyudi sedangkan pihak keluarga sendiri belum bisa memastikan itu adalah Alyudi melihat kondisi korban sudah mulai membusuk dan menghitam.

Setelah kembali dari rumah sakit, saat dirumah keluarga melihat video di Facebook Alyudi dan melihat kesamaan pakaian yang dikenakan mayat dengan pakaian yang dipakai Alyudi pada video yang direkam sendiri beberapa saat sebelum Alyudi pergi meninggalkan rumah. Melihat itu keluarga baru meyakini jika mayat tersebuat adalah benar Alyudi berdasarkan kesamaan pakaian yang melekat ditubuh mayat saat diketemukan.

Baca Juga :  Tim Litbang Mabes Polri Melakukan Penelitian Tingkat Kepercayaan Masyarakat Di Polres OKU

Selanjutnya hari Rabu (19/6/20250 kakak kandung Yanto secara resmi melaporkan kasus tersebut ke polres OKU dengan bukti laporan surat bernomor : LP/B/85/VI/2024/SPKT/POLRES OKU/POLDA SUMSEL. Berdasarkan laporan dari pihak keluarga, selanjutnya jenazah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara M.Hasan Palembang untuk melakukan proses autopsi, setelah diautopsi kemudian jenazah dibawa kembali ke Desa Kurup untuk dimakamkan di Desa Kurup pada hari Kamis (20/6/2024) sekitar pukul pukul 03:00 sore. Lalu pada hari Senin (22/7/2024) tengah malam kakak korban bernama Yanto bersama salah satu anggota polisi bertemu Kasturi di seputaran Lubukbatang Baru untuk mengenali dan identifikasi pisau yang jadi salah satu barang bukti polisi. Melihat pisau itu, Kasturi memastikan kalau pisau itu sama persis dengan pisau yang pernah ditawarkan oleh salah satu warga (penemu mayat), namun Kasturi tidak jadi membeli pisau tersebut.

Semenjak keluarga melaporkan kasus pembunuhan terhadap Alyudi, pihak keluarga secara aktif berusaha membantu pihak polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Alyudi. Bahkan keluarga juga beberapa kali bertemu dengan penyidik dan Kapolres untuk menanyakan perkembangan atas kasus pembunuhan terhadap Alyudi. Namun sampoai sekarang masih belum ada kejekalasan dan pihak kelkuarga merasa heran mengapa sampai sekarang kaus itu belum juga ada perkembangan. “ Sudah 10Bulan terhitung dari tanggal 19 Juni 2024 sejak kami membuat laporan dugaan pembunuhan terhadap saudara kami Alyudi, kami selaku keluarga korban belum juga mendapatkan kepastian dalam pengungkapan pelaku pembunuhan. kami selaku keluarga korban sampai saat ini masih berusaha untuk ta’at dan mengikuti proses hukum yang berjalan dan sangat berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku pembunuhan sebagai bagian dari penegakan hukum dinegara ini.  Sejauh ini kami juga masih berusaha untuk mempercayai jika pihak kepolisian akan tetap terus berusaha mengungkap pelaku beserta orang orang yang terlibat pembunuhan terhadap saudara kami tanpa melihat siapapun mereka” tegas Mirzum. Dikatakan Mirzum, pihak keluarga sangat berharap pihak aparat yang menangani kasus pembunuhan ini tetap berada dijalur Netralitas dan Profesionalitas sebagai aparat penegak hukum yang merupakan garda terdepan penegakan hukum dinegara kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga :  BUMdes Dulang Gemilang Panen Sawit Perdana Bersama Bupati OKU

Terpisah Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo didampingi Kasat Reskrim Polres OKU IPTU Iptu Redho Agus Suhendra, STrk, SIK  menegaskan, polisi terus menyelidiki kasus ini. ” Kami sudah memanggil memangil dua saksi, panggilan pertama sudah dilakukan namun belum datang. Ini kita akan kirimkan panggilan kedua,” kata Kapolres. Dikatakan  Kapolres pengaungkapan kasus seperti ini tidak mudaha pembuktian harus secara scientific, tidak bisa mengungkap secara serta merta hanya dari keterangan satu pihak. Ada keterangan saksi harus dai cross check dengan yang lain apakah betul sesuai karena polisi tidak mau nanti mengamankan seseorang  hanya atas dasat praduga saja. Kecurigan itu dijadikan informasi untuk didalami oleh penyidik. “Untuk kasus ini kita bukan mempersulit, semua akan dicross check dalam rangka untuk mengamankan orang yang memang pelakunya, jangan sampai mennagkap orang yang tidka bersalah, karena itu akan berbalik  kepada penyidiknya,” terang Kapolres.

Kapolres meyakinkan, kasus ini terus berjalan “ saya perintahkan Kaat Reskrim selalu berkomunikasi dnegan pihak kelaurga korban sehingga kleuarga tahu apa yang sduah dilakukan penyidik,” tanda Kapolres. Bahkan bebeapa ahri lalu kata Kapolres, ada informasi baru dari keluarga korban kemudian kita  telursuri sesuai petunjuk keluarga korban setelah ditelusuri ternyata bukan sepeda motor yang digunakan yang ada kaitan dengan kasus tersebut. (eni)

No More Posts Available.

No more pages to load.