Kanalberita.id, Jakarta Timur —– Semangat gotong royong dan kolaborasi masyarakat kembali diwujudkan melalui peresmian Kampung Hijau Literasi di RT 04 RW 08, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Kawasan ini diresmikan sebagai kampung tematik yang mengintegrasikan penghijauan lingkungan, pengelolaan sampah, serta penguatan budaya literasi sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Peresmian dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asekbang) Kota Administrasi Jakarta Timur, Anggota DPRD Komisi E DKI Jakarta, Camat Cakung, dan Lurah Cakung Barat, serta tokoh masyarakat, komunitas, mitra swasta, relawan, dan warga yang selama ini terlibat dalam pengembangan kawasan tersebut.
Asekbang Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi Dalam sambutannya, mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang telah menghadirkan Kampung Hijau Literasi sebagai contoh nyata pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
“Kampung Hijau Literasi menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, pendidikan, dan kebersamaan. Semoga inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Jakarta Timur.”
Anggota DPRD Komisi E DKI Jakarta H. Ghozi Zulazmi turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh warga yang telah membangun lingkungan dengan semangat kebersamaan.
“Ketika gerakan anak muda bergerak bersama dengan masyarakat, lingkungan akan berubah menjadi lebih baik. Kampung Hijau Literasi adalah bukti bahwa budaya membaca, kepedulian terhadap lingkungan, dan gotong royong dapat berjalan beriringan dari Bale Buku Jakarta dan Kopling.”
Mengusung gerakan GASPOL (Gerakan Aksi Pilah Sampah, Penghijauan, dan Literasi), Bale Buku Jakarta dan Kopling dibantu semua pihak menggelar kegiatan yang dimeriahkan dengan berbagai agenda edukatif, antara lain Musik Edukasi oleh Ipank Hore Hore, Bazar UMKM, Fashion Show Recycle, Lomba Mewarnai, edukasi lingkungan, serta berbagai aktivitas literasi bagi anak-anak dan keluarga.
Ketua Pelaksana Kampung Hijau Literasi, Ayi Endar, menyampaikan bahwa lahirnya Kampung Hijau Literasi merupakan hasil kerja bersama masyarakat, komunitas, pemerintah, dan dunia usaha yang memiliki kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan pendidikan.
“Kampung Hijau Literasi bukan sekadar program seremonial, tetapi gerakan bersama untuk membangun budaya peduli lingkungan dan gemar membaca di tengah masyarakat. Kami berharap kawasan ini menjadi ruang belajar, ruang berkarya, sekaligus ruang kolaborasi yang terus berkembang dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.”
Sementara itu, Ketua Bale Buku Jakarta, Fajar Alvarisi, menegaskan bahwa literasi harus hadir dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Literasi tidak hanya berada di perpustakaan atau sekolah, tetapi harus tumbuh di lingkungan tempat masyarakat hidup. Melalui Kampung Hijau Literasi, kami ingin menghadirkan ruang yang ramah bagi anak-anak, keluarga, dan seluruh warga untuk membaca, belajar, berdiskusi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Inilah bentuk nyata bahwa literasi dapat menjadi fondasi pembangunan masyarakat.”
Peresmian Kampung Hijau Literasi juga menjadi wujud kolaborasi multipihak yang didukung oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Pemerintah Kecamatan Cakung, Pemerintah Kelurahan Cakung Barat, Komunitas Kopling, Bale Buku Jakarta, Corpala, McDonald’s, United Tractors, serta berbagai komunitas dan mitra yang memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Diharapkan Kampung Hijau Literasi dapat menjadi model pengembangan kampung tematik yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, budaya literasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.






