- Aparat dan Pertamina Harus Selidiki Tuntas
Kanalberita.id, Baturaja—Gara-gara antrean BBM mengular di SPBU Kemelak yang mengakibatkan terjadi kecelakaan lalu lintas antara truk kontainer dan sepeda motor yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia, Selasa (15/9/2026).
Korban meninggal dunia atas nama Hasnul Huda (49), pengendara motor Yamaha Mio dengan nomor polisi BG 2151 FAI. Warga Kelurahan Sukarahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu ini terlindas roda belakang truk container BE 8516 AUH yang dikemudikan Anggi Fathur Rohman .Kedua kendaraan terlibat kecelakaan saat kedua kendaraan hendak berlintasan di jalan yang sempit akibat mengularnya kendaraan yang ngantre mau beli BBM. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan ini sebelumnya harus berbagi jalan yang sudah sempit akibat padatnya kendaraan yang ngantre BBM.
Seperti dituturkan, salah seonrag saksi mata yang enggan disebut identiasnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.58 WIB. Sebuah truk container bergerak dari arah Martapura menuju Baturaja, dan sepeda motor yang dikendarai Hasnul Huda melaju dari arah berlawanan (Baturaja menuju Martapura). Saat itu Hasnul Huda melaju dengan kecepatan sedang, dalam waktu bersamaan berpapasan dengan mobil truk kontainer di jalan yang sudah sempit karena dipakai pengantre BBM. Penegndara motor kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh kemudian terlindas roda belakang BE 8516 AUH mengakibatkan korabn tewas di lokasi kejadian.
Sementara pengemudi mobil Isuzu Kontainer diketahui bernama Anggi Fathur Rohman, laki-laki kelahiran Metro, 1 November 1997. Sopir truk container tercatat berdomisili di Yosomulyo, RT 26/RW 9, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Lampung. Kasus ini sudah ditangani Sat Lantas Polres Ogan Komering Ulu.
Sejumlah warga mengaku bingung dan resah dengan antrean kendaraan di sekitar SPBU yang setiap hari mengular sejak pagi, warga berharap pihak terkait seperti aparat kepolisian dan Pertamina memberi atensi terhadap kasus antrean yang memanjang. Akibat antrian panjang dapat mempersempit ruang lalu lintas dan meningkatkan potensi gangguan terhadap pengguna jalan yang kini sudah menelan korban meninggal dunia. Terpantau kendaraan yang paling banyak memadati bahu jalan ngantre adalah kendaraan yang akan mengantre BBM bersubsidi jenis solar. “Polisi dan Pertamina harus menyelidiki penyebab antrian panjang setiap hari dan ini terjadi disetiap SPBU yang ada di Baturaja, kalau ada penyalahgunaan BBM harus ditindak” keluh warga dengan nada kesal. (edo)







