Aprozi Alam Dorong Pemerintah Percepatan Pemulihan Infrastruktur dan Fasilitas Kesehatan Pasca Gempa NTT

oleh -115 Dilihat

Kanalberita.id, Jakarta — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Aprozi Alam, mendorong pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pembukaan akses jalan dan jembatan, perbaikan fasilitas umum, serta pemulihan fasilitas kesehatan seperti puskesmas yang mengalami kerusakan.

Aprozi menegaskan, pemulihan konektivitas menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak karena jalan dan jembatan merupakan jalur utama distribusi logistik, bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dalam situasi seperti ini, jalan dan jembatan bukan sekadar infrastruktur. Itu adalah jalur masyarakat mendapatkan makanan, layanan kesehatan, bantuan, sekaligus jalan bagi masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, pembukaan akses harus menjadi prioritas.”

Aprozi meminta pemerintah bersama pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait segera melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kerusakan jalan, jembatan, fasilitas umum, sumber daya air, serta infrastruktur dasar lainnya.

Baca Juga :  Ketut Sumartayasa Dilantik Menjadi Ketua REI OKU RAYA

Perhatian khusus, menurutnya, juga harus diberikan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas yang mengalami kerusakan, karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat vital bagi masyarakat, terlebih dalam situasi pascabencana.

“Puskesmas yang rusak harus segera ditangani. Jangan sampai masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana justru kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena fasilitas terdekat mereka tidak dapat berfungsi secara optimal.”

Menurut Aprozi, pemerintah perlu memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun proses perbaikan bangunan masih dilakukan. Jika diperlukan, pemerintah harus menyiapkan fasilitas kesehatan sementara, tenaga medis, obat-obatan, serta sarana pendukung lainnya agar kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan perhatian kepada wilayah-wilayah yang aksesnya masih terhambat atau sulit dijangkau agar tidak ada masyarakat yang terisolasi dari pelayanan maupun distribusi bantuan.

Baca Juga :  PSSI Tarik Arsitek Karakter Tim: John Herdman Siap Jadikan Garuda Mendunia

“Jangan sampai ada masyarakat yang merasa sendirian hanya karena tempat tinggalnya jauh dan sulit dijangkau. Negara harus hadir sampai ke wilayah yang paling terdampak dan paling sulit diakses.”

Aprozi turut mendorong pengerahan alat berat, personel, material, serta dukungan teknis secara cepat dan terukur pada titik-titik yang mengalami kerusakan berat sehingga akses masyarakat dapat segera kembali dibuka dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar penanganan tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah perlu menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur yang rusak.

Selain jalan dan jembatan, pemulihan puskesmas dan fasilitas kesehatan, air bersih, sanitasi, fasilitas pendidikan, serta sarana dan prasarana umum juga harus menjadi perhatian utama.

Baca Juga :  Kakesdam II / Sriwijaya Berkunjung ke Rumkit dr Noesmir Baturaja

“Pemulihan pascabencana jangan hanya dilihat dari berapa kilometer jalan yang berhasil dibuka. Ukuran utamanya adalah seberapa cepat masyarakat bisa kembali mendapatkan pelayanan dasar, khususnya pelayanan kesehatan, dan menjalani kehidupan secara layak.”

Aprozi menegaskan akan terus mendorong agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa NTT dilakukan secara cepat, terkoordinasi, transparan, dan tepat sasaran.

“Kita ingin memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam proses pemulihan. Akses harus dibuka, infrastruktur yang rusak segera diperbaiki, puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan harus kembali berfungsi, dan kepentingan masyarakat harus menjadi pusat dari seluruh kebijakan penanganan pascabencana di NTT,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.