Kanalberita.id, Baturaja—Bupati Ogan Komering Ulu H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd mengingatlan agar tidak ada titipan dalam proses penerimaan murid baru.

Statemen itu disampaikan Bupati OKU di hadapan para kepala sekolah di OKU saat melakukan Penandatanganan komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP Tahun Ajaran 2026. Seleksi penerimaan murid baru harus dilakukan secara transparan berkeadilan, inklusif dan tanpa diskriminasi.

Kegiatan ditandai dengan penandatangan komitmen bersama disaksikan Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd di Pendopo Kabupaten OKU Senin (25/5/2026). Tampak hadir juga Ketua Tim Kerja SD BPMP Sumsel UPT Kemendiknasmen RI, Firdaus MM MPd dan OPD dijajaran Pemkab OKU.

Dikesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Kadarisman SAg MSi dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan..menegakkan komitmen bersama dalam pelaksanaan SPMB yang jujur dan adil. Mencegah terjadinya praktik kecurangan dan penyimpangan, pungli, percaloan dalam proses penerimaan siswa baru. Dan meningkatkan kepercayaan pada masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru.
Lebih jauh Kadin Diknas menjelaskan, dalam sistim penerimaan murid baru ada beberapa jalur meliputin jalur domisi, diperintukan bagi calon murid yang berdomisili di dalam.wilayah penerimaan murdi baru. Jalur Afirmasi, diperuntukan bagi calon murid yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas. Jalur pestasi diperuntukan bagi calon murid yang memiliki prestasi di bidang akademik secara berjenjang di timgkat kabupaten, propvinsi dan serta nalai tes komptensi akademik. Jalur mutasi, diperuntukan bagi calon murid yang berpindah domisili karena perpindahan tugas dari orang tua /wali bagi anak guru/tenaga kependidikan yang mendaftar di satuan pendidikan tempat orang tua bertugas /mengajar.
Bupati OKU dalam sambutannya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kwpada para kepala sekolah yang sudah berkomitmen untuk bekerja dengan tulus dalam proses penerimaan murid baru. ” Ini bukan hanya serimonial tapi penegasan para kepala sekolah dan guru untuk transparan, berkeadilan, iklusif dan tanpa diskriminasi” tegas Bupati. (edo)







