* Jaga Ketahanan Energi
Kanalberita.id, Prabumulih—PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field berhasil menggalkan aksi pencurian 10 ton minyak mentah dalam truk dengan tanki modifikasi khusus.

Senior Manager Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah dalam siaran pers mengatakan upaya pencurian 10 Ton minyak mentah diwilayah kerja PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field berhasil digagalkan oleh Tim Pengamanan Tertutup (PAMTUP) Zona 4. Upayah pencurian minyak mentah didekat sumur produksi mengindikasikan adanya praktik pengambilan minyak ilegal yang dilakukan secara terencana.

Dikatakan Muhammad Luthfi, pada hari Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 10.00 pagi, Tim Security PEP bersama Tim Pengamanan Tertutup (PAMTUP) Zona 4 menemukan truk terperosok dijalan posisi dibelakang SP 1 TTB yang menuju Sumur 49. Kemudian anggota Tim memeriksa kendaraan truk tersebut dan terlihat kendaraan truk itu menggunakan tanki khusus yang tidak lazim digunakan kendaraan angkutan biasa (tanki modifikasi).
Selanjutnya Tim memeriksa isi kendaran truk, ternyata memngangkut sekitar 10 ton mintah yang diduga berasal dari sumur migas sekitar lokasi. Volume muatan dan penggunaan tangki modifikasi menunjukkan bahwa pengangkutan tersebut tidak dilakukan secara spontan.
Menindaklanjuti temuan itu, PEP Prabumulih Field segera berkoordinasi dengan Polsek Lembak untuk penanganan hukum dan pengembangan kasus. Selama olah tempat kejadian perkara (TKP), pengamanan diperketat dan pengecekan dilakukan terhadap sumur-sumur di sekitar lokasi untuk menelusuri kemungkinan adanya aktivitas serupa.
Setelah dipastikan kendaraan mengangkut minyak mentah ilegal, Senior Manager Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah langsung berkoordinasi dengan Polsek Lembak selaku aparat penegak hukum yang menjadi kunci dalam pengamanan wilayah operasi migas. “Kami mengapresiasi dukungan Polsek Lembak dalam penanganan kejadian ini,” ujar Muhammad Luthfi.
Kemudian minyak mentah yang ditemukan diamankan sebagai barang bukti dan dititipkan di Pusat Pengumpul Produksi Prabumulih. Sedangkan kendaraan truk diamankan kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dikatakan Muhammad Luthfi, keberhasilan penggagalan pencurian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi semua pihak. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga objek vital nasional demi keberlanjutan pasokan energi nasional.
Untuk diketahui, PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai. Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (edo)






