Museum Harimau Destinasi Wisata Sejarah Spectakuler di Pulau Sumatera

oleh -978 Dilihat

Kanalberita.id, Baturaja—Kabupaten OKU kini memiliki Museum  Harimau modern dan spektakuler, musuem level dunia ini  satu-satunya museum purbakala terbesar di Sumatera atau  terbesar kedua di Indonesia setelah museum Sangiran. Rencananya Useum Harimau ini akan diresmikan bulan Juni 2023 mendatang.

PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd meninjau Museum Harimau yang merupkan museum terbesar di Sumatera. Foto Kanalberita.id / Apriansyah
PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd meninjau Museum Harimau yang merupkan museum terbesar di Sumatera. Foto Kanalberita.id / Apriansyah

Untuk mendukung peresmian Museum Harimau, Pj Bupati OKU H Tedy Meilwansyah SSTP MM dan rombongan  meninjau kondisi museum yang terletak satu komplek dengan objek wisata  Gua Putri di Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering  Provinsi Sumatera Selatan  Selasa (10/1/2023).  Kujungan  ini bertujuan  untuk melihat langsung apa saja yang perlu dibenahi dan dibangun untuk mengembangkan obyek wisata yang ada di Desa Padangbindu.

Museum Harimau akan menjadi  destinasi wisata sejarah  untuk kepentingan edukatif, penelitian dan reakreatif. Museum moderen  dan dinamis ini  dibangun di Desa Padangbindu Kecamatan Semidangaji  Kabupaten Ogan Komering Ulu Propinsi Sumatera Selatan. Semua terintegral dengan museum yang sudah ada  di satu kawasan  dekat obyek wisata Gua Puteri,  Gua Harimau dan Gua Silabe. Pengunjung yang datang bisa menikmati panorama alam sekaligus berwisata sejarah. Lokasinya sangat setrategis berada di jalur Lintas Sumatera hanya 35 kM dari Kota Baturaja ,  kenadaraan roda empat bisa masuk langsung ke areal parkir.

Baca Juga :  Kabupaten OKU Raih Penghargaan Proklim Lima Kali Berturut Turut

PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM saat meninjau   Museum  Harimau mengatakan, Kabupaten OKU sangat bangga dan bersyukur karena museum selevel museum internsional ini dibagun di OKU. Museum dinamis yang memiliki teknologi tinggi serba digital ini tentunya membutuhkan  anggaran untuk peemliharaan dan pengelolaan. “Kita akan koordinasikan dahulu dengan pihak  Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud  Ristek RI, bagaimana pengelolaan selanjutnya,” kata Teddy. Museum ini harus dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat OKU dan Indonesia sebagai  destinasi wisata sejarah spektakuler. Museum untuk kepentingan edukatif, penelitian dan reakreatif.

Baca Juga :  Talang Empat Desa Sleman OKU Dialiri Listrik

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumsel  Dr  Aufa S Syahrizal SP MSc juga telah meninjau  kondisi Museum Harimau bersama pihak Direktorat Perlindungan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud  Ristek RI. Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Dr Aufa S Syahrial SP MSc menjelaskan, kedatangan ke Museum Harimau  bertujuan untuk melihat sejauh mana kesiapan untuk peresmian  Museum Harimau yang dijadwalkan akan dilakukan pertengahan tahun 2023 selanjutnya museum ini akan dilakukan di serah terima dari pusat ke provinsi atau ke Pemerintah Daerah Setempat.

Baca Juga :  Kendalikan Inflasi Daerah Kabupaten OKU Gelar Pasar Murah

Museum tiga tingkat dengan luas bangunan 1 Ha diatas  tanah  seluas 2 Ha ini merupakan museum situs modern. Museum dinamis dengan  suasana lebih nyaman  dengan fasilitas  storic, laboratorium, display public, audio visual, wisma peneliti, kios souvenir, kantor pengelola, kantin,  gudang,  kamar tidur lengkap dengan bad, kamar mandi di dalam, TV dan ruang  berpendingin AC.  Semua terintegral dengan museum yang sudah ada  di satu kawasan tersebut. Lokasinya berada dekat obyek wisata Gua Puteri, kemudian satu kawanan dengan Gua Harimau dan Gua Silabe. Pengunjung yang datang bisa menikmati panorama alam sekaligus berwisata sejarah. (ca)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.