Mengail Harapan di Embung Desa Makartitama Bersama PHE Ogan Komering

oleh -55 Dilihat
PHE Ogan Komering mendorong warga Desa Makartitama, Ogan Komering Ulu untuk mandiri melalui pendampingan pengelolaan embung desa menjadi tempat budidaya ikan hingga tempat wisata pemancingan. Foto dokumen PHR Zona 4
PHE Ogan Komering mendorong warga Desa Makartitama, Ogan Komering Ulu untuk mandiri melalui pendampingan pengelolaan embung desa menjadi tempat budidaya ikan hingga tempat wisata pemancingan. Foto dokumen PHR Zona 4

Kanalberita.id, Baturaja—Hamparan perkebunan di Desa Makartitama, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), tumbuh berkat pengairan dari embung desa berukuran sekitar 2000 meter persegi. Namun seiring waktu, fungsi embung yang dibangun atas inisiatif pemerintah desa itu tak lagi berjalan optimal dan potensinya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Melihat potensi yang menjanjikan ini membuat masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani mulai tergerak membuka potensi didesa mereka. Salah satu kelompok tani, Erliyanto (48), kondisi itu menyisakan peluang yang belum tergarap. Ia percaya embung desa seharusnya tak hanya mengairi sawah, tetapi juga mampu memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Berbekal keyakinan tersebut, Erliyanto mulai menggali berbagai peluang pemanfaatan embung. Ide awal yang terlintas di pikirannya adalah menjadikan embung sebagai lokasi budidaya ikan air tawar seperti lele, patin, dan nila.

Gagasan tersebut kemudian bertemu dengan program pemberdayaan masyarakat (PPM) Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering Field yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 pada 2024. Perusahaan hulu migas itu memang telah melaksanakan PPM di Desa Makartitama sejak 2022. Gagasan baru Erliyanto membuka jalan baru bagi PHE Ogan Komering dan warga desa tersebut untuk mengelola embung agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. PHE Ogan Komering memberi pendampingan kepada Erliyanto dan kelompoknya. Pendampingan tak sebatas dukungan sarana dan prasarana, tetapi juga melakukan penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan. “Kalau desa punya potensi sebesar ini kenapa tidak kita hidupkan bersama-sama, saya ingin embung ini bukan hanya bermanfaat untuk hari ini, tapi juga ke depan,” ucap Erliyanto.

Baca Juga :  PEP Adera Field Temukan Sumur Minyak Baru di Abab

Berkat dukungan tersebut, impian Erliyanto memanfaatkan embung untuk budidaya ikan perlahan mulai terwujud. Tak berhenti di situ, embung itu disulap menjadi kolam wisata pemancingan. Tak hanya mengembangkan budidaya ikan, kelompok pengelola embung juga mulai mandiri dalam pemenuhan pakan ikan. Melalui pemanfaatan maggot sebagai bahan baku pembuatan pelet pakan ikan, kelompok mampu menekan biaya operasional sekaligus menerapkan konsep pengelolaan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Embung desa itu kini tak hanya mengairi sawah, tetapi juga menghidupi roda ekonomi warga. Erliyanto dan kelompoknya saat ini bisa mengantongi pendapatan kelompok Rp25 juta per bulan dari pengelolaan budidaya ikan dan kolam wisata pemancingan. Erliyanto dan kelompoknya juga rutin memberikan kontribusi kepada desa sebagai bagian dari pendapatan kelompok, mencerminkan semangat gotong royong untuk mendukung kemajuan Makartitama.

Baca Juga :  Optimasi Pengeboran Berbagai Inovasi, PHR Zona 4 Torehkan Lima Prestasi

PT Pertamina Hulu Energi Ogan Komering kemudian memperkuat dukungannya dengan menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh di lokasi wisata tersebut. Energi ramah lingkungan dari PLTS dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional, mulai dari penerangan malam hari, pompa air, aerator, hingga mesin pendingin dan fasilitas listrik lainnya di area pemancingan. Kehadiran PLTS ini juga mampu menekan biaya operasional pengelola sekitar Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.

Manager Community Involvement and Development (CID) Iwan Ridwan Faizal mengatakan, program pemberdayaan ini direncanakan mencapai tahap exit program pada akhir tahun 2026, dengan harapan masyarakat dapat mandiri dalam mengelola potensi embung secara berkelanjutan. Bermula dari pengembangan embung yang digagas pemerintah desa dan dilanjutkan bersama masyarakat, Desa Makartitama kini mengail harapan dari embung yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Ekonomi desa pun mulai bergeliat dari tepian embung. “Kami percaya potensi desa yang dikelola bersama masyarakat dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan baru. Semangat dan kepedulian yang ditunjukkan Erliyanto menjadi inspirasi bagi PHE Ogan Komering dan PHR Zona 4 dalam mendukung upaya pemberdayaan untuk kemandirian masyarakat yang berkelanjutan,” kata Iwan Ridwan Faizal.

Baca Juga :  H Teddy Meilwansyah Segera Perbaiki Talud Yang Jebol Dihantam Banjir

Untuk diketahui, PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai. Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (edo/ril)

No More Posts Available.

No more pages to load.