Kanalberita.id, BaturajaO—Kelompok Cipayung Plus Ogan Komering Ulu mendesak wakil rakyat memperbaiki kerusakan fasilitas yang akibat aksi 1 September 2025 dengan menggunakan dana pribadi anggota dewan.

Desakan ini disampaikan kelompok Cipayung yang melakukan audiensi dengan Ketua DPRD OKU H Sahril Elmi beserta anggota DPRD OKU dari semua anggota fraksi di DPRD OKU Rabu (3/8/2025).. Tuntutan sekala daerah yang meminta seluruh anggota DPRD Kabupaten OKU untuk memperbaiki kerusakan fasilitas yang terjadi pada aksi 1 Septembe 2025, menggunakan anggaran pribadi tanpa menggunakan anggaran APBD OKU. Kemudian kelompok cipayung juga memberi waktu selambat-lambatnya 7 X 2 hari (14 hari) kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten OKU untuk memperbaiki kerusakan kaca-kaca di pos jaga gedung Perwakilan Rakyat Kabupaten OKU pecah pada aksi demi 1 September 2025.

Menanggapi desakan kelompok Cipayung, Ketua DPRD OKU H Sahril Elmi SH menyatakan siap dan segera akan berkoordinasi dengan seluruh anggota dewan untuk memperbaki fasilitas yang rusak dalam aski demo 1 september 2025 di depan gedung dewan. Kemudian tuntutan ini ditanda tangani oleh Ketua DPRD OKU H Sahri Elmi, bersama anggota dewan lainnya M Slaeh Tito ST, Suharman SE MM, Kamaludin SE, Achmad Fahri Renaldi ST, Sapriyanto SH, Heri Agus SH MSi, Andaran Simblon, Robi Vitergo ST MEO, Awal Fajri ST, Martin Arikardi.
Aksi damai meliputi IMM OKU yang diwakili Sekretaris Umum M Aril Nugraha, Ketua DPC GMNI Ryan Akbar Pramana, Ketua PMII OKU Emi Pratiwi, Ketua KAMMI Rahul Roy Adie Saputra. Pengamanan di lokasi depan Gedung DPRD OKU dipimpin oleh Wakapolres OKU Kompol Eryadi Yuswarno SH MH.
Adapun 8 tuntutan kelompok Cipayung untuk skala nasional meliputi :
- Menuntut Mahkamah Konstitusi mencabut keputusan NO : 135/PUU-XXII/2024 ( RUU PEMILU ).
- Mendesak pengesahan RUU perampasan aset untuk memberantas korupsi.
- Mendesak penghapusan tunjagan rumah dinas DPR RI serta evaluasi seluruh fasilitas dan tunjangan yang berlebihan & tidak adil baik DPR RI sampai dengan DPR Daerah.
- Mengingatkan pejabat publik untuk mengedepankan etika, moral dan empati. perilaku berjoget atau ucapan yang tidak berempati sangat melukai perasaan rakyat.
- Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan aksi dengan mengedepankan pendekatan humanis bukan represif.
- Mengecam insiden Baracuda yang menabrak peserta aksi, serta dengan pengusutan transparan, pemberhentian tidak dengan hormat ( PTDH ) pelaku, dan proses pidana tegas.
- Meminta negara menjamin kebebasan berpendapat sebagaimana diatur konstitusi.
- Mengevaluasi kinerja lembaga legislatif.
Suasana aksi damai yang dilakukan kelompok Cipayung ini memang berjalan sangat kondusfi, sebelum diterima di di dalam gedung DPRD OKU, peserta aksi bertemu dengan Wakpolres OKU Kompol Eryadi Yuswanto SH MH bersama puluhan anggota Polres OKU dan berorasi sebentar di halaman gedng DPRD OKU. (edo)







