Kanalberita.id, Baturaja—Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lubuk Leban, Kecamatan Sososh Buay Rayap, Kabupaten OKU optimis terwujud. Indikiasi ini terlihat dari keseriuan Pemkab OKU dalam mendorong terwujudnya KNMP.

Kabag Prokopim setda OKU Anggut Hidayat SSTP MSi kepada wartawan menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan pemkab OKU dengan melakukan Rapat teknis dan Kunjungan ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sukabumi. Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd bersama Dinas terkait terus mempersiapkan Kabupaten OKU sebagai salah satu lokus program pembangunan Kampung Nelayan merah Putih dari kementrian perikanan RI guna mendukung program presiden Prabowo yaitu mewujudkan ketahanan pangan.

Bupati dan rombongan diterima langsung Kepala BBPBAT Sukabumi Rokhmad Mohamad Rofiq, S.Pi, M.App.Sc, Kasubbag Umum/Timja Dukmen Veri Yawansyah, SE MSi, Timja Produksi Muhammad Nurdin, SPi, MSi, Timja Induk dan Benih Dian Hardiantho, Spi MSi dan Timja Sarana dan Prasarana Dasu Rohmana, SPi M.Si serta Timja Laboratorium , Ayi Santika, SPi MSi.
Dikatakan Bupati, membangun KNMP di OKU juga dalam rangka mendukung intruksi Presiden Prabowo Subianto untuk Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional dalam rangka mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 dan mendorong kemandirian bangsa dengan swasembada pangan, energi, dan air nasional. Dan meningkatkan kapasitas dan kualitas budidaya ikan serta untuk mengembangkan sektor perikanan air tawar yang berkelanjutan .
Menurut Teddy setelah melakukan kunjungan dan mendengarkan pemaparan serta kunjungan langsung ke Balai Besar Perikanan Air Tawar Sukabumi ini yang memang memiliki topografi geografis yang hampir mirip di wilayah yang akan kita kembangkan di OKU. Dikatakan Teddy, OKU menjadi salah satu kabupaten yang siap untuk pembangunan KNMP. Teddy menjelaskankunjung kerja dan rapat teknis bertujuan mempelajari sistem teknologi budidaya ikan air tawar yang telah dikembangkan di BBPBAT Sukabumi. Selama berada di BBPBAT belajar a langsung dan sistem teknologi pengolahan di BBPAT dan manajemen kualitas air dan digitalisasi .
“Kami bermaksud membangun jejaring kerjasama nyata dan berkelanjutan dengan BBPBAT. “ terang Bupati. Menurut Teddy, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari Pemerintah daerah,lembaga teknis pusat para peniliti, masyarakat pembudidaya. Kerjasama inilah akan menjadi pondasi kokoh bagi untuk bertranformasi budidaya ikan air tawa. Kegiatan persiapan pembangunan KNMP tahun 2026 yang terintegrasi dari hulu ke hilir untuk mentransformasi ruang hidup dan sosial, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, mendorong kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat melalui social engineering. (edo)







