Bulog Cirebon dan Pemda Kolaborasi Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global

oleh -29 Dilihat

Kanalberita.id, Cirebon—-Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon memperkuat peran strategisnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Langkah ini menjadi benteng penting bagi ekonomi masyarakat menghadapi gejolak pangan global yang semakin tidak menentu. Kepala Kantor Cabang Bulog Cirebon Imam Mahdi mengatakan, pihaknya saat ini mengandalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif dan berlapis sebagai instrumen intervensi pasar yang cepat dan tepat sasaran.

 

Kepala Kantor Cabang Bulog Cirebon Imam Mahdi mengatakan, pihaknya saat ini mengandalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif dan berlapis sebagai instrumen intervensi pasar yang cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Si Daraku Maskot Pilkada Kabupaten OKU 2024

 

“Penyaluran GPM terbukti sangat efektif. Beberapa waktu lalu ketika harga beras sempat menyentuh Rp14.400 per kilogram, kami langsung berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menggelar GPM berlapis,” ujar Imam Mahdi melalui keterangannya, Selasa (26/5/2026).

 

Skema berlapis yang dimaksud mencakup GPM mandiri Bulog, penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar tradisional, operasi pasar keliling hingga ke tingkat desa. Lalu, pengamanan distribusi bersama TNI-Polri. Intervensi terintegrasi dari hulu hingga hilir ini berhasil menekan harga beras di lapangan menjadi sekitar Rp13.500 per kilogram.

Baca Juga :  PT Perkebunan Minanga Ogan Gelar Upgrading UPZ Masjid

 

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat kenaikan harga pangan global selama tiga bulan berturut-turut dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu logistik Selat Hormuz, serta lonjakan harga energi dan Crude Palm Oil (CPO). Namun, Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik karena Kekuatan utama Indonesia saat ini cadangan pangan domestik yang solid, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional telah mencapai lebih dari 5 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah, yang menjadi bukti keberhasilan kebijakan swasembada pangan terintegrasi.

Baca Juga :  Car Free Day di Tamkot Baturaja Bisa Belanja Sambil Olah Raga

 

Hingga pertengahan Mei 2026, Bulog Cirebon telah menyerap 184.600 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari petani lokal. Angka ini mendekati target tahunan sebesar 197.000 ton, naik signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya yang hanya 145.000 ton. Bulog siap mengoptimalkan seluruh instrumen yang dimiliki baik melalui SPHP maupun bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga. “Stok beras di gudang-gudang kami sangat aman dan melimpah. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu krisis pangan global atau melakukan panic buying,” tutup Imam Mahdi.

No More Posts Available.

No more pages to load.