Seluruh Wilayah Kerja PEP Zona 4 Raih Penghargaan PROPER Hijau

oleh -45 Dilihat

Kanalberita.id, Prabumulih—PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 kembali menunjukkan kinerja apik dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih penghargaan PROPER Hijau di semua wilayah kerjanya dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

GEMA MAGENTA (Gerakan Masyarakat Mandiri Generasi Lestari) menjadi program CSR yang menopang keberhasilan PHE Ogan Komering dalam PROPER 2025. Dokumen PHR Zona 4
GEMA MAGENTA (Gerakan Masyarakat Mandiri Generasi Lestari) menjadi program CSR yang menopang keberhasilan PHE Ogan Komering dalam PROPER 2025. Dokumen PHR Zona 4

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026) lalu. “PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” kata Menteri Hanif  dalam sambutannya.

General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto kepada media mengatakan, tujuh wilayah kerja PEP Zona 4 yang menerima penghargaan itu meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering Field, dan PHE Raja Tempirai Field.

Dikatakan Djudjuwanto, capaian ini menegaskan bahwa PEP Zona 4 tidak hanya memenuhi standar kepatuhan (compliance) yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga mampu melampaui ketentuan melalui berbagai inovasi dan praktik keberlanjutan di lapangan. Peringkat Hijau diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam sistem bisnisnya secara menyeluruh. Djudjuwanto mengapresiasi semua insan PEP Zona 4 atas penghargaan ini. “Pencapaian ini menunjukkan komitmen PEP Zona 4 dalam melaksanakan operasi hulu migas yang berkelanjutan dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional,” ucap Djudjuwanto.

Baca Juga :  Produksi Minyak di PEP Limau Field Meningkat Jadi 5.102 BOPD

Keberhasilan PEP Zona 4 melampaui standar kepatuhan juga ditopang implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau yang biasa dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR), di industri hulu migas disebut sebagai Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Setiap wilayah kerja di PHR Zona 4 memiliki sejumlah program unggulan yang menjadi komitmen perusahaan tumbuh bersama masyarakat di sekitar area operasi dalam menjaga lingkungan.

Mengelola limbah dan menjadikannya bernilai ekonomi tinggi menjadi benang merah pada program di Prabumulih, Ogan Komering dan Limau Field. Di Prabumulih, sampah plastik diolah menjadi wadah penampung getah karet bagi petani karet lewat program SIKOK SELINGKAR (Sistem Komunitas Karet Organik dalam Satu Rantai Daur Ulang). Sedangkan di Ogan Komering field, GEMA MAGENTA (Gerakan Masyarakat Mandiri Generasi Lestari) mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan ikan, pupuk organik, hingga pelet biomassa ramah lingkungan.

Baca Juga :  DPRD OKU Tetapkan Teddy-Marjito Pasangan Bupati dan Wabup OKU Terpilih

PEP Limau menghadirkan program inovasi sosial Biobachar (Bio-Bamboo Charcoal) melalui Rumah Kreatif Boek Khaman. Program ini mengolah limbah sisa produksi anyaman bambu menggunakan sistem pirolisis untuk menghasilkan biobachar yang dimanfaatkan sebagai media filtrasi pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) batik dengan metode Hybrid Constructed Wetland. Sedangkan program unggulan Adera Field dan Ramba Field yang mengajak masyarakat bersahabat dengan tantangan cuaca dan iklim. Di Adera field, Program PERMATA (Pertanian Mandiri Desa Tangguh) memberdayakan warga Desa Pengabuan untuk menghadapi cuaca ekstrem dan tantangan produksi pertanian melalui pelatihan budidaya padi dan tanaman obat keluarga (TOGA).

Sementara itu, PEP Ramba Field mempunyai program unggulan PUSAKA KELUANG (Pemberdayaan untuk Kesejahteraan Melalui Keterpaduan Alam Desa Keluang). Program ini berfokus pada pengembangan pertanian dan kesehatan masyarakat melalui Climate-Friendly Agriculture Value Chain, yaitu sistem pertanian adaptif ramah iklim dan berbasis sumber daya lokal.

Melalui studi social mapping, masyarakat juga diajak untuk konservasi dan mengembangkan potensi sumber daya alam daerahnya. Misalnya saja di masyarakat sekitar Pendopo Field yang diajak mengembalikan kesuburan tanah pertanian di Desa Sukakarya, Musi Rawas lewat program GEMILANG PLUS (Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang Plus).

Baca Juga :  Kurun Waktu Tiga Tahun Pertamina EP Zona 4 Zero LTI

Seperti di Desa Betung Barat, Raja Tempirai Field mengajak masyarakat mengembangkan desanya mengintegrasikan pengelolaan lingkungan tanpa limbah (zero waste) dengan konsep desa berbasis ekowisata. Program ini disebut BENING (Biointegrasi Ekowisata Nir-Limbah Inovasi Nyata dan Gemilang).

Untuk diketahui, PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai. Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (edo/ril)

No More Posts Available.

No more pages to load.