Kanalberita.id, Muara Enim — Kini, Rumah Batik Boek Khaman bukan lagi sekadar tempat mencari nafkah tambahan. Ia telah menjelma menjadi simbol kemandirian ekonomi sekaligus penjaga kelestarian identitas lokal.
Salah satu kekuatan utama Rumah Kreatif Boek Khaman adalah Batik Khaman yang dikelola oleh sepuluh perempuan, terdiri atas ibu rumah tangga dan generasi muda desa.
Ketua Rumah Kreatif Boek Khaman, Etika Oktasari, menjelaskan setiap motif Batik Khaman memiliki filosofi yang menggambarkan sejarah Desa Lubuk Raman serta kekayaan alamnya, seperti kopi, karet, sawit, bambu, hingga gandaria. Pembuat batik ini menggunskan bahan alami yang di campur dengan bahan kimia.

Etika Oktasari, mengatakan bahwa Rumah Kreatif Boek Khaman menjadi wadah pelatihan, pemasaran, pemberdayaan masyarakat dibawah binaan PT Pertamina EP Limau Field. pendampingan PT Pertamina memberikan dampak besar terhadap pengembangan batik boek khaman.
“Peran dari Pertamina merupakan sebagai bapak asuh, sebagai pembina dari rumah kratif Boek Khaman mendapatkan pelatihan, pemasaran, dan pemberdayaan kepada masyarakat”, kata Ketua Rumah Kreatif Boek Khaman, Etika Oktasari.

Sementara itu Manager Relations PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4, Frans Alexander Hukom, menegaskan bahwa pendampingan terhadap Rumah Kreatif Boek Khaman merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Pertamina melihat potensi besar dalam pengembangan industri batik berbasis masyarakat
Pada 2025, pertamina membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memungkinkan limbah cair hasil produksi batik diolah sehingga lebih ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan kembali.
“Disini teman-teman sudah membuat inovasi, salah satunya inovasi yang kita lakukan ditahun 2025 adalah pembuatan IPAL, sehingga air yang diproduksi dari pembuatan batik ini sudah bisa diolah di IPAL tersebut sehingga ramah dan bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sepeti untuk menyiram tanaman kemudian ada kolam ikan”, Ucap Manager Relations PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4, Frans Alexander Hukom.

Penjualan Batik Boek Khaman kini mampu mencapai sekitar 200 lembar batik setiap bulan dengan omzet berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta. Tidak hanya omzet jutaan rupiah, salah satu pengrajin batik bernama Syafira juga mampu membiayai perkuliahannya dari hasil menjual batik.
Rumah Kreatif Boek Khaman menjadi bukti bahwa desa mampu melahirkan inovasi yang menjawab tantangan zaman.





