REI dan APERSI dan Pemkab OKU Kolaborasi Bedah Rumah Warga

oleh -75 Dilihat
Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd bersama Ketua REI dan Ketua APERSI OKU pada acara peletakan batu pertama bedah rumah tidak layak huni. Kanalberita.id / Edo
Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd bersama Ketua REI dan Ketua APERSI OKU pada acara peletakan batu pertama bedah rumah tidak layak huni. Kanalberita.id / Edo

Kanalberita.id, Baturaja— Real Estat Indonesia (REI) Kabupaten OKU, Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) OKU dan Dinas Perkim berkolaborasi mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat OKU.

Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd  menjelaskan, kolaborasi itu di wujudkan dengan membedah tiga unit rumah, salah satunya atas nama atas nama Zulkifli (71) warga di RT 2 RW 4 Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur. Bedah rumah atau perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) itu ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd bersama Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela SIK MIK, Wakil Ketua DPD REI Sumsel Rahman Antasari, Ketua REI OKU Ketut Sumartayasa SE dan Ketua APERSI OKU diwakili Bendahara, Siska Yusnita .

Kepala Dinas PU Perkim OKU Ir H Muzaim Aliansyah ST MSi IPM mengatakan Perbaikan RTLH/Bedah rumah ini dapat terlaksana berkat kolaborasi Dinas PU PERKIM bersama REI OKU dan APERSI OKU. “Jadi ini adalah kolaborasi antara Pemkab OKU dan Pihak REI dan APERSI OKU, kita melakukan bedah rumah dengan pendanaan dari CSR REI dan APERSI OKU,”urai  Muzaim.

Baca Juga :  Aneka Kuliner Jadul Hingga Kekinian Dijual di Pasar Bedug Baturaja

Dikatakan Muzaim, Dari beberapa lokasi yang ditawarkan oleh Perkim OKU ke REI dan APERSI disetujui lokasi Perbaikan RTLH diantaranya di RT 2 RW 4 Kelurahan Kemelak Bindung Langit dengan penerima manfaat Zulkifli.  Menurut Muzaim, pihaknya sangat bersyukur karena  REI dan APERSI tidak hanya  membangun perumahan, tapi juga tetap mengedepankan kepedulian sosial kepada masyarakat dengan mengeluarkan CSR untuk membedah rumah warga yang rumahnya tidak layak huni.

Kedepan Muzaim berharap kolaborasi ini akan terus berlanjut dan lebih banyak lagi rumah tidak layak huni yang bisa dilakukan perbaikan. Rumah  adalah kebutuhan dasar dari masyarakat, untuk itu kita sangat berharap kolaborasi ini tetap berlanjut dan lebih banyak lagi rumah tidak layak huni yang dilakukan perbaikan. Leboh jauh  Muzaim menejlaskan,  pada tahun 2025 ini Pemkab OKU menargetkan perbaikan rumah tidak layak huni di OKU sebanyak 131 unit, dengan rincian terdiri dari 90 unit dari dana APBD Induk OKU dan  32 unit di APBD Perubahan OKU, selain itu CSR dari Bank Sumsel Babel sebanyak 5 unit, 1 unit dari BPR Baturaja, 2 Unit dari Asosiasi perumahan yakni REI dan 1 unit dari APERSI. Muzaim optimis,  prorgam ini akan melampaui target, target awalnya 90 ini sudah terealisasi semua.

Baca Juga :  Perumda Tirta Raja Berlakukan Penyesuaian Tarif Baru Mulai 1 Januari 2025

Dikesempatan itu Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd  menguucapkan terimakasih dan apresiasi kepada  REI dan APERSI OKU yang sudah membantu pemerintah  mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat OKU. “Ini contoh, tidak hanya mengambil keuntungan saja dari usaha mereka juga mengeluarkan CSR untuk membantu masyarakat dalam mewujudkan rumah yang layak huni,” puji  Teddy

Terpisah Ketua Komisariat REI OKU  Ketut Sumartayasa SE mengatakan bedah rumah tidak layak huni kepedulian dari REI OKU dan APERSI yang ikut membantu Pemerintah dalam mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat. Disebutkan Ketut, REI dan APERSImemberikan CSR sebesar RP 20 Juta untuk perbaikan satu unit rumah. Bantuan itu diberikan kepada penerima manfaat untuk perbaikan rumah. “masing-masing menerima Rp 20 juta.” urai Ketut.(edo)

No More Posts Available.

No more pages to load.