Kanalberita.id, Baturaja—Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) akan mendorong pengembangan tanaman khas daerah, seperti durian dan duku asli OKU, melalui metode kultur jaringan.

Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd kepada wartawan menjelaskan, untuk mendorong terealisasinya pengembangan tanaman khas daerah pihakmnya bersama dinas terkait sudah berkunjung ke Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati OKU Teddy Meilwansyah melihat langsung proses pengembangan bibit tanaman menggunakan teknologi kultur jaringan yang selama ini diterapkan pada berbagai varietas pisang. Melalui metode ini, bibit tanaman dapat diperbanyak dalam jumlah besar dengan kualitas yang seragam serta waktu yang lebih efisien.
Di laboratorium tersebut, satu bagian jaringan tanaman mampu menghasilkan hingga 400 bibit baru. Teknologi ini dinilai menjadi solusi efektif untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pelestarian tanaman unggulan daerah. “Rencana kita nantinya, mungkin diawali di satu kecamatan terlebih dahulu. Setiap rumah akan kita berikan pohon pisang hasil pengembangan kultur jaringan ini. Selain itu, kita juga akan memanfaatkan lahan pekarangan sekolah, kantor pemerintah, dan BUMD,” ujar Bupati Teddy.
Masyarakat tidak perlu menyediakan lahan khusus untuk menanam tanaman tersebut. Pemanfaatan pekarangan rumah dinilai sudah cukup untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga. “Tidak perlu lahan khusus, cukup memanfaatkan lahan dan pekarangan yang ada,”kata Teddy. Bupati OKU mengungkapkan Pemkab OKU berencana membangun Laboratorium Kultur Jaringan sendiri dengan menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta. Kehadiran laboratorium tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan dan pelestarian berbagai tanaman khas OKU yang mulai langka. Kedepan akan dibangun laboratorium kultur jaringan di OKU. Melalui fasilitas ini bisa mengembangkan tanaman-tanaman yang mulai berkurang bahkan terancam hilang, seperti Durian Tembaga, Durian Semengok Sakti, serta beberapa varietas duku khas OKU.
Menurut Bupati, langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjaga plasma nutfah daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan komoditas unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sektor pertanian di Kabupaten OKU. Selain mengunjungi Laboratorium Kultur Jaringan, Bupati OKU dan rombongan juga menyambangi lokasi pengembangan kelapa kopyor dan alpukat di Kampus Tani Desanomi Yogyakarta. Melalui metode perlakuan khusus, kelapa kopyor dapat berbuah lebih cepat, sementara alpukat yang dikembangkan memiliki kualitas buah yang baik.
Selanjutnyaa bisa memanfaatkan lahan pekarangan sekolah, kantor pemerintah, BUMD, dan masyarakat dalam mewujudkan OKU sebagai sentra buah-buahan dalam mendukung program ketahanan pangan yang bernilai ekonomis demi mewujudkan kemandirian pangan masyarakat. (edo)





