Karhutla Mencapai 107.000 Hektare, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca

oleh -114 Dilihat

 

Kanalberita.id, Jakarta—-Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di tengah ancaman El Nino kuat yang berpotensi memperparah kondisi kekeringan di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah melanda 107.000 hektare lahan akibat kekeringan dan fenomena El Nino.

“Yang terbakar hutan terhitung 107.000 hektare lebih, sampai dengan hari ini,” kata Djamari di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Menkopolkam, kondisi El Nino yang mulai berlangsung hingga diperkirakan bertahan sampai awal September atau awal Oktober mendatang dapat mempercepat terjadinya kebakaran. Kondisi tersebut juga berpotensi membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang sehingga wilayah yang kering menjadi lebih mudah terbakar.

Baca Juga :  75 PNS OKU Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya

Untuk mengatasi karhutla, Pemerintah mengerahkan 43 helikopter dan 15 pesawat fixed-wing serta memprioritaskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Upaya yang paling tepat, operasi yang paling tepat dilakukan, yang efektif, adalah operasi udara sebetulnya sangat efektif. Menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BNPB. Itu yang paling efektif,” jelasnya.

Meski demikian, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan hujan. Pemerintah pun terus memantau perubahan cuaca untuk memastikan operasi dapat segera dilakukan ketika awan hujan tersedia.

Baca Juga :  Keji Ayah Tiri Menggauli Anaknya Hingga Melahirkan

“Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan,” ucapnya.

Kemudian Djamari menyebut, berdasarkan perkiraan, terdapat peluang munculnya awan hujan selama tiga hingga empat hari pada periode hingga 18 Agustus. Jika kondisi tersebut terpenuhi, pemerintah akan segera melakukan OMC untuk membantu mengendalikan karhutla.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan operasi udara. Penanganan melalui operasi darat tetap dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber air yang tersedia. Pemerintah juga menyiapkan flexible tank yang dapat dipindahkan ke lokasi yang membutuhkan serta membuat sumur di sejumlah daerah.

Baca Juga :  Pj Bupati OKU Instruksikan OPD Teknis Kawal Agar KTNA Dapat Barcode

“Bahkan kita juga bisa membuat sumur di daerah-daerah itu. Sumur buatan, sumur yang saat-saat itu harus bisa mengeluarkan air, bisa menggunakan itu. Segala cara kita lakukan,” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.