Dari Embung Desa Makartitama Bersama PHE Ogan Komering Wujudkan Impian Warga

oleh -1346 Dilihat
PHE Ogan Komering mendorong warga Desa Makartitama, Ogan Komering Ulu untuk mandiri melalui pendampingan pengelolaan embung desa menjadi tempat budidaya ikan hingga tempat wisata pemancingan. Foto dokumen PHR Zona 4
PHE Ogan Komering mendorong warga Desa Makartitama, Ogan Komering Ulu untuk mandiri melalui pendampingan pengelolaan embung desa menjadi tempat budidaya ikan hingga tempat wisata pemancingan. Foto dokumen PHR Zona 4

Kanalberita.id, Baturaja—Jika sore menjelang di Desa Makartitama, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, embung seluas 2.000 meter persegi itu tak lagi sepi. Lampu-lampu dari panel surya mulai menyala. Di tepiannya, warga melempar kail, anak-anak tertawa, dan gemericik aerator kolam bersahutan dengan suara jangkrik.

Sebelum mendapat sentuhan dari Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4,  Embung peninggalan itu hanya menjadi penampung air untuk sawah. Saat kemarau, debitnya menyusut. Fungsinya jalan, tapi potensinya tidur. Sampai seorang petani bernama Erliyanto (48) resah. “Kalau desa punya potensi sebesar ini, kenapa tidak kita hidupkan bersama-sama. Saya ingin embung ini bukan hanya bermanfaat untuk hari ini, tapi juga untuk ke depan,”  kata Erliyanto  dengan nada optimis.

Beranjak  dari  keresahan itulah ide sederhana muncul, untuk mengembangkan embung agar memiliki manfaat luas dengan  ditebar  ikan Lele, patin, nila. Ikan yang mudah hidup dan laku di pasar dan memiliki nilai ekonomi.. Ide itu menemukan jalannya pada 2024, berkat  Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 yang sudah mendampingi Desa Makartitama sejak 2022.

Baca Juga :  Kampanye Respectful Workplace Ajak Pekerja Untuk Aktif

PHE Ogan Komering tidak datang hanya membawa bantuan fisik. Perwakilan dari PHE Ogan Komering rela melaungkan waktu  duduk bersama kelompok tani, melatih cara budidaya ikan, manajemen kelompok, hingga mencarikan solusi pemasaran . Perlahan namun pasti, embung yang dulu hanya mengairi sawah itu berkembang. Ikan yang ditebar sudha mulai dipanen, Embung Desa Makartitama kini sudah menjadi terkenal bukan hanya tempat mengail ikan namun usaha ini kini  mnejadi alternatif beriwisata bagi penduduk sekitar, ide sederhana dari  Erliyanto   muliy efek kini bisa dinikmati  warga.

Embung Makartitama kini menjadi kolam pemancingan. warga dari desa tetangga datang di akhir pekan, membayar tiket, memancing, dan membawa pulang ikan segar. Di baliknya, ada inovasi kecil yang berdampak besar: kelompok tani membuat pakan sendiri dari maggot. Lebih murah, lebih ramah lingkungan, dan mengurangi ketergantungan pada pakan pabrik. Hasilnya nyata. Dari pinggiran embung, kelompok Erliyanto kini mengantongi omzet hingga Rp25 juta per bulan. Sebagian disisihkan kembali untuk kas desa. Gotong royong yang dulu sekadar slogan, kini berbentuk angka kontribusi. “Kami snagat beryukur dari embung ini sudah memberi kontirbusi untuk pendap[atan desa’  Ujar Erliyanto  dengan nada bangga.

Baca Juga :  PHR Zona 4 Gelar PLCLP 2026, Dorong Tumbuh Pemimpin Muda dan Tenaga Kerja Kompeten

Agar roda itu terus berputar, PHE Ogan Komering memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh tepat di area embung. Siang menyimpan cahaya, malam menerangi kolam. Listrik surya itu menghidupkan pompa air, aerator, lampu, hingga pendingin ikan, sekaligus memangkas biaya operasional Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta setiap bulan. “Ini bukan sekadar proyek, tapi tentang bagaimana masyarakat bisa berdiri sendiri,” ujar Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4, Iwan Ridwan Faizal.

Baca Juga :  Pasangan Selamat Dan Rohaya Hidup Rukun Walau Serba Kekurangan

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4 menyebut, program ini ditargetkan mencapai tahap exit program  pada akhir 2026. Artinya, warga Makartitama diharapkan sudah mampu mengelola embung secara mandiri, tanpa lagi bergantung pada pendampingan perusahaan. Dari embung yang sempat terlupakan, Makartitama kini belajar satu hal: harapan tidak selalu datang dari hal besar. Kadang, ide sederhana bisa memuwjudkan mimpi besar asalkan ditekenuni , dan dengan penuh keihlasan maka alampun akan membalasnya. Setiap dore Erliyanto terseyum bahagia menyaksikan warga    melepmar pelampung pancing yang bergerak ditarik ikan. “ Ini bukan hanya berbicara  soal ikan yang mengail umpan, tapi juga menyaksikan masa depan masyarakat Desa Makartitama  yang berubah  “  Kata Erliyanto  dengan nada bangga. (Eduar Syamsuri)

No More Posts Available.

No more pages to load.