PEP Zona 4 Berhasil Reaktivasi Sumur Lewat Well Intervention

oleh -88 Dilihat
PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil mengembalikan kemampuan produksi sumur LBK-29 melalui well intervention. Foto dokumen PEP Zona 4
PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil mengembalikan kemampuan produksi sumur LBK-29 melalui well intervention. Foto dokumen PEP Zona 4
  • Produksi Minyak Meningkat 552 BOPD

Kanalberita.id, Prabumulih—PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil mengembalikan kemampuan produksi sumur LBK-29 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan melalui well intervention.

General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto mengatakan, pada uji alir awal 24 Maret 2026, sumur ini menunjukkan kemampuan produksi 552 barel minyak per hari (BOPD) dan gas 0,35 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). “PEP Zona 4 tak hanya berfokus pada pengeboran sumur-sumur baru, tetapi juga melakukan optimalisasi sumur eksisting agar bisa mendorong peningkatan produksi migas secara efisien, rendah risiko, dan berkelanjutan,” kata  Djudjuwanto.

Sumur LBK-029 awalnya memiliki kemampuan produksi 205 barel minyak per hari (BOPD). Namun, sumur yang masuk wilayah kerja PEP Prabumulih Field itu berhenti mengalir pada 13 Maret 2026 karena tenaga alamiah reservoir sudah menurun. Merespons hal tersebut, PEP Zona 4 melakukan well intervention pada 20 hingga 24 Maret 2026. Intervensi dilakukan dengan teknologi artificial lifting atau metode pengangkatan buatan dengan menggunakan ESP (Electric Submersible Pump). Dengan menggunakan ESP, minyak dari dasar sumur diangkat ke permukaan dengan prinsip pompa sentrifugal, untuk selanjutnya dialirkan ke stasiun pengumpul. Metode ini memiliki beberapa keunggulan, seperti mampu menghasilkan laju produksi tinggi, operasi relatif stabil dan mudah dikendalikan, serta cocok untuk sumur dalam seperti LBK-029.

Baca Juga :  PEP Zona 4 Tetap Beroperasi Saat Libur Idul Fitri

Dikatakan Djudjuwanto, keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya PEP Zona 4 berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional. PEP Zona 4 akan terus berupaya meningkatkan produksi migas melalui penemuan sumur baru dan optimalisasi sumur eksisting. Kegiatan operasional ini dilaksanakan dengan selalu memprioritaskan keamanan kerja sesuai prinsip HSSE. “Keselamatan adalah budaya di Pertamina. Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada memastikan keselamatan seluruh pekerja serta masyarakat dan lingkungan sekitar,” ucap Djudjuwanto.

Baca Juga :  PEP Zona 4 Dorong Peningkatan Produksi Minyak Lewat Workover 51 Sumur Eksisting

Untuk diketahui, PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai. Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (edo/ril)

No More Posts Available.

No more pages to load.