Kanalberita.id—-Komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung pemberantasan peredaran gelap narkotika terus diwujudkan melalui penguatan sinergitas dengan berbagai stakeholder. Kali ini Puspenerbal dalam hal ini Satgaspam TNI AL Bandara Juanda bersama stakeholder Bandara Internasional Juanda berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan narkotika Senilai lebih dari Rp3,2 miliar.
Keberhasilan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mako Lanudal Juanda, Sidoarjo, Senin (03/08) oleh Komandan Puspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana yang diwakili Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan, S.E., M.Tr.(Han). Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa pengungkapan pertama dilakukan pada 29 Juli 2026 terhadap seorang penumpang pesawat rute Malaysia–Surabaya yang kedapatan membawa 990 gram sabu-sabu dan 1.089 butir ekstasi dengan nilai sekitar Rp2,9 miliar.
Selanjutnya, pada 2 Agustus 2026 Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda bersama Regulated Agent PT. Integrasi Aviasi Solusi (IAS) kembali mengungkap upaya pengiriman 188 gram sabu-sabu melalui kargo udara tujuan Ternate, Maluku Utara, dengan nilai sekitar Rp300 juta.Secara keseluruhan, kedua pengungkapan tersebut berhasil menggagalkan peredaran narkotika senilai lebih dari Rp3,2 miliar serta berpotensi menyelamatkan sekitar 6.960 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Keberhasilan ini sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali yang menegaskan bahwa TNI AL akan terus meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat sinergitas dengan seluruh instansi terkait dalam menjaga keamanan objek vital nasional dan mendukung upaya pemerintah memberantas berbagai bentuk kejahatan yang dapat merugak generasi bangsa, termasuk peredaran gelap narkotika.





