Pertamina EP Prabumulih Field Kampanyekan Program MUDA BERSAMA

oleh -142 Dilihat
Tri Ningsih (57) dan para perempuan di KWT Kemuning mampu mewujudkan ketahanan pangan setelah mendapatkan sejumlah pelatihan di program MUDA BERSAMA yang dilaksanakan PEP Prabumulih Field. Foto dokumen PEP Prabumulih Field
Tri Ningsih (57) dan para perempuan di KWT Kemuning mampu mewujudkan ketahanan pangan setelah mendapatkan sejumlah pelatihan di program MUDA BERSAMA yang dilaksanakan PEP Prabumulih Field. Foto dokumen PEP Prabumulih Field
  • Dari Tanah Tidur Menjadi Ladang Harapan

Kanalberita.id, Prabumulih— Pertamina EP Prabumulih Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 gencar kampanyekan dukungan kemandirian pangan melalui program MUDA BERSAMA (Perempuan Berdaya, Bersama Kelola Sampah).

Adapun sasaran program tersebut adalah para ibu rumah tangga yang bergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di wilayah kerja Pertamina EP Prabumulkih Field. Melalui program tersebut, Pertamina menyediakan pelatihan pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga, pengetahuan dasar herbal/jamu dari tanaman obat keluarga (TOGA), hingga pelatihan pemasaran.

Tri Ningsih (57) Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Patih galung, Kota Prabumulih menceritakan keberhasilan kelompok wanita tani yang tidak lagi pusing atas kenaikan harga bahan pangan terutama sayur mayur hingga tanaman obat. Diceritakan Tri Ningsih, harga kebutuhan pok dan bahan pangan yang fluktuasi menjadi perhatian utama kaum ibu. Setiap minggu, Tri Ningsih perlu merogoh kocek antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu untuk belanja di pasar. Ia sempat terpikir untuk menanam bahan makanan sendiri di pekarangan yang selama ini hanya menjadi tanah tidur.

Baca Juga :  Biduan Pengguna Narkoba Diamankan Polisi

Awalnya Tri Ningsih mencoba memulai membabat ilalang di sekitar rumahnya, lalu menanami sayur-sayuran dan umbi-umbian. Namun, upayanya belum berbuah, minimnya pengetahuan membuat hasil produksi di lahan tersebut tidak optimal. Pada waktu bersamaan, Pertamina EP Prabumulih Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 sedang mengampanyekan dukungan kemandirian pangan melalui program MUDA BERSAMA (Perempuan Berdaya, Bersama Kelola Sampah). Melalui program tersebut, Pertamina menyediakan pelatihan pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga, pengetahuan dasar herbal/jamu dari tanaman obat keluarga (TOGA), hingga pelatihan pemasaran.

Mengetahui ada program tersebut, Tri Ningsih ikut dalam program tersebut. Tiga puluh perempuan di komunitas itu belajar membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga seperti sisa sayur, air cucian beras, dan kompos. Dengan bekal ilmu baru, Tri Ningsih kembali menggarap tanah tidur di sekitar rumahnya. Ia menanam sayur-mayur, buah-buahan, umbi-umbian, hingga tanaman obat. Tanaman-tanaman itu tumbuh subur berkat pupuk organik.

Baca Juga :  Sinergi PHR dengan Pemprov Dan Polda Sumsel Dukung Ketahanan Energi Nasional

Kini ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita tani (KWT) KWT Kemuning tidak lagi dipusingkan dengan harga bahan pangan karena bisa memetik dari pekarangan masing-masing. Mereka pun kini hemat biaya belanja Rp200 ribu-Rp300 ribu per minggu. Hasil panen tidak hanya untuk kebutuhan dapur keluarga, tapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Produk-produk seperti minuman wedang beras kencur, jamu seduh instan, wedang kunyit asam, serta bibit tanaman siap tanam dijual Rp15 ribu-Rp20 ribu. Saat ini omzet per bulan dari kelompok tersebut tembus Rp1 juta. “Tantangan kami jadikan penyemangat. Terpenting kompak dan saling mendukung, kami ingin masyarakat sekitar ikut mandiri, bisa hasilkan sesuatu dari rumah,” ucap Tri Ningsih.

Baca Juga :  Lima Calon Anggota KPU Kabupaten OKU Resmi Diumumkan

KWT Kemuning tak menyimpan ilmu baru dari program Pertamina itu untuk diri mereka sendiri. Saat ini, mereka menjadi pusat belajar bagi 13 KWT lain di Prabumulih.

Untuk diketahui, PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai. Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (edo/ril)

No More Posts Available.

No more pages to load.