Mensetneg Sebut Mentan Amran “Panglima Pangan”, Apresiasi Kerja Keras Wujudkan Swasembada

oleh -68 Dilihat

Kanalberita.id, Jakarta—-Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Prasetyo Hadi memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas kepemimpinannya dalam mengawal swasembada pangan nasional. Prasetyo bahkan menyebut Mentan Amran sebagai “panglima pangan” yang memimpin perjuangan mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi, Senin (21/9/2026). Bergabung melalui konferensi video, Prasetyo menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan petani Indonesia yang terus bekerja tanpa mengenal waktu demi mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang bekerja keras pagi, siang, malam, tidak mengenal hari libur untuk memastikan swasembada pangan secepat-cepatnya. Salam hormat kepada bapak ibu semua, dan terima kasih kepada petani Indonesia yang telah mengabdikan dirinya. Mereka adalah pahlawan bangsa yang sering kali kita lupakan,” katanya.

Prasetyo menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program strategis sektor pertanian, baik melalui regulasi maupun dukungan anggaran. Menurutnya, Presiden Prabowo menempatkan pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

Baca Juga :  Pemkab OKU Optimis Tahun Ini Bebas Stunting

“Selama Pak Mentan membutuhkan dukungan regulasi, tentu menjadi tugas dan tanggung jawab kami di Kementerian Sekretariat Negara untuk memproses secepat-cepatnya. Demikian juga dukungan APBN. Salah satu fokus utama Presiden selain keamanan adalah pangan. Jadi apa pun yang dibutuhkan untuk memastikan pangan terjamin, pemerintah akan mendukung,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Prasetyo juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait langkah percepatan pengembangan bioetanol berbasis tebu, singkong, dan jagung yang tengah dipersiapkan Kementerian Pertanian. Menurutnya, pemerintah siap mendukung penuh agenda besar tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Tadi malam saya melapor kepada Presiden mengenai target pengembangan energi berbasis bioetanol. Pak Mentan Amran dan jajaran memimpin rapat persiapan ini dan kami diperintahkan untuk ikut mendengarkan. Tidak ada arahan beri sambutan. Tapi ini sekalian untuk menyapa para bupati. Mumpung panglima pangan (Mentan Amran) yang perintahkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Filosofi 45 Hari Menuju Kemenangan Ganjar-Mahfud

Sementara itu, Mentan Amran mengatakan Indonesia saat ini telah berhasil melewati tantangan krisis pangan global dengan capaian yang semakin kuat. Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan sektor pertanian berada pada tren positif, mulai dari peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), pertumbuhan PDB pertanian, hingga pengakuan internasional dalam bidang ketahanan pangan.

“Krisis pangan kita aman. NTP kita tertinggi, produksi meningkat, swasembada bahkan ekspor. Kita juga mampu membantu negara lain seperti Palestina. Data-data ini bukan dari kami, tetapi dari BPS, FAO, dan USDA,” ungkap Mentan Amran.

Menurutnya, setelah memperkuat fondasi swasembada pangan dan keberhasilan program biodiesel, Indonesia kini mulai memasuki tahap berikutnya, yakni pengembangan bioetanol sebagai bagian dari strategi besar kemandirian energi nasional.

“Pangan kita selesaikan, biodiesel kita selesaikan, sekarang kita masuk ke bioetanol. Mimpi besar kita adalah setiap pulau mandiri pangan dan mandiri energi. Indonesia memiliki sumber daya yang luar biasa untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Merlynn Park Hotel Tanam Seribu Mangrove untuk Masa Depan Komitmen Hijau

Ia menambahkan pengembangan bioetanol berbasis tebu akan menjadi salah satu fokus utama karena memiliki fleksibilitas ekonomi yang tinggi. Belajar dari Brasil, ketika harga gula menguntungkan, hasil produksi dapat diarahkan ke gula konsumsi. Sebaliknya, ketika harga energi lebih menarik, bahan baku dapat dimanfaatkan untuk produksi etanol.

“Seperti Brasil, tebu bisa menjadi gula dan bisa menjadi etanol. Semua potensi itu kita miliki. Persoalannya tinggal bagaimana kita bergerak bersama untuk mengoptimalkannya,” jelasnya.

Mentan Amran menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah. Karena itu, rapat yang diikuti 44 bupati dari berbagai provinsi tersebut menjadi langkah awal membangun komitmen bersama dalam mengembangkan komoditas bioetanol sesuai potensi dan keunggulan masing-masing daerah.

“Tanpa dukungan bupati, tidak mungkin kita bisa bergerak cepat. Ini perjuangan bersama menuju Indonesia yang berdaulat pangan dan berdaulat energi,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.